Dompet Digital Indonesia (Gambar Courtersy Of Detik)

Penggunaan QR untuk pembayaran sudah tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Tingkat penetrasi teknologi yang tinggi di kalangan anak muda khususnya, menjadikan aplikasi-aplikasi dompet digital begitu marak. Berapa banyak dompet digital yang kamu miliki? Saya sendiri mempunyai banyak sekali dompet digital. Dompet digital yang ada di telepon genggam saya yaitu GoPay, OVO, Dana, LinkAja. Masih banyak juga dompet digital yang ada di luar sana yang belum saya gunakan.

Setiap dompet digital mempunyai keunggulannya masing-masing. Bagi saya Gopay dan OVO biasanya digunakan untuk transportasi online, beli makanan dan minuman. Dana saya gunakan untuk beli makanan secara offline, beli listrik, beli pulsa bayar tagihan PDAM. LinkAja, saya gunakan untuk pembayaran tiket kereta.

Saya kira generasi-generasi sekarang begitu antusias dengan dompet digital ini dikarenakan begitu melimpah promo yang diberikan. Orang sering menyebutnya 'bakar-bakar duit'. Hal tersebut bisa dikatakan benar juga sih, karena saya merasa bahwa generasi sekarang tidak mempunyai apa yang dinamakan dengan loyalitas kepada suatu aplikasi, hanya promosi saja yang bisa menggerakkan mereka untuk menginstal aplikasi tersebut. 

OK, kembali lagi kepada pilihan dompet digital yang menurut saya paling menarik dari segi penggunaan, saya tidak akan membicarakan dari segi promosinya, karena pilihan saya akan menjadi berbeda jika kita membicarakan dari segi marketing dan promosi.

Dompet digital yang menurut saya paling menyenangkan digunakan adalah Dana. Kenapa Dana? Saya ini adalah tipikal orang yang tidak senang dengan proses top-up pada dompet digital karena hal tersebut menurut saya akan sedikit kurang praktis, terlebih saya merasa tidak suka jika ada saldo yang mengendap di dalam dompet digital.
Aplikasi Dompet Digital Dana (Gambar Courtesy Of Dana)

Dana sendiri tidak mengharuskan kita untuk top-up jika kita ingin menggunakannya, kalau mau sih, bisa juga ya, tapi saya sih jarang top-up. Jadi di Dana kita akan menghubungkan kartu kredit atau kartu debit kita ke dalam aplikasi. Ketika transaksi terjadi Dana akan menarik pembayaran dan memotongnya dari rekening bank kita, lebih enak bukan?
Ini menjadikan bank kita sebagai sumber dananya dan Dana merupakan pengganti dompet fisik kita. Kita bisa menggunakan Dana ini dengan memindai kode QR pedagang atau kode QR yang ada di aplikasi kita akan dipindai oleh pedagang. Saya hanya pernah coba melakukan itu di KFC, Yoshinoya. Kalau untuk pedagang kecil, saya lihat belum ada yang menyediakan kode QR Dana. Pedagang-pedagang kecil masih di dominasi oleh GoPay dan OVO biasanya.

Pemberlakuan QR Indonesia Standard (QRIS) pada 1 Januari 2020 juga menarik karena akan ada satu kode QR yang bisa dipindai dengan berbagai dompet digital. Itu artinya bahwa kita akan bisa melakukan transaksi di pedagang-pedagang kecil yang biasanya mereka itu adalah merchant dari GoPay dan OVO dan memindai kode QR mereka menggunakan Dana. Dana memang mempunyai kelemahan promosi di kalangan pedagang kecil dan warung-warung. Jadi kita lihat saja ya tahun depan bagaimana penerapannya.